KARAKTERISTIK VISUAL DAN MAKNA SIMBOLIK SESAJI DALAM TRADISI NYADRAN DAM BAGONG KELURAHAN NGANTRU KABUPATEN TRENGGALEK

Endang Puji Rahayu

Hariyanto

Anak Agung Gde Rai Arimbawa

 

Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Jalan Semarang No.5 Malang

Abstract: In every tradition in Indonesia is always accompanied an offering, the offerings are as a complement to traditional ceremonies that tradition can run well and smoothly, so there is no obstacle when a ceremony held tradition. This study aims to explore in depth the characteristics of visual and symbolic meaning contained in a series of offerings nyadran tradition. This research is a qualitative descriptive study using the method of observation, observation, interviews and document utilization. Results obtained in the form of visual characteristics nyadran traditional offerings are grouped into three groups: ruwatan offerings, offerings and offerings ngruwat ambengan mastermind, ruwatan offerings consist of buffalo Caucasians, kendhi pertala, clupak, plantains, palm ivory, rice and chicken. The offerings ambengan consists of buceng sanga, continued Tuwuh, passed him and keleman, porridge sengkala, Ladha sego savory, porridge five colors, mule metri, grilled intil, brokohan, rice punar, buceng gold, buceng strong, metri golong seven, complete paes and ripih , The offerings consist of grilled ngruwat mastermind buceng, offerings, continued Tuwuh and kendhi. Symbolic meaning offerings nyadran tradition in general offerings are a symbol of prayers, thanksgiving to God Almighty and the Prophet Muhammad and a symbol to honor the ancestors. As a prayer to resist natural disasters, thanksgiving to the crops, in memory of their ancestors and the services of the prophet Muhammad who spread Islamic law. Also in the colors contained in the offering also have a special meaning, such as yellow significant meaningful glory and red color strength.

 

Keyword: Nyadran traditions , characteristic visual , symbolic meaning , offerings

 

Abstrak: Dalam setiap tradisi di indonesia selalu di dampingi sebuah sesaji, sesaji tersebut sebagai pelengkap upacara tradisi agar tradisi dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tidak ada halangan ketika upacara tradisi dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas secara mendalam tentang karakteristik visual dan makna simbolik yang terkandung dalam rangkaian sesaji tradisi nyadran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi, pengamatan, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Hasil yang diperoleh berupa karakteristik visual sesaji tradisi nyadran yang dikelompokkan kedalam tiga kelompok yaitu sesaji ruwatan, sesaji ambengan dan sesaji ngruwat dalang, sesaji ruwatan terdiri dari kerbau bule, kendhi pertala, clupak, pisang raja, kelapa gading, padi dan ayam kampung. Sesaji ambengan terdiri dari buceng sanga, sambung tuwuh, papasan dan keleman, jenang sengkala, ladha sego gurih, bubur lima warna, mule metri, panggang intil, brokohan, nasi punar, buceng emas, buceng kuat, metri golong tujuh, pepak paes dan ripih. Sesaji ngruwat dalang terdiri dari panggang buceng, sesaji, sambung tuwuh dan kendhi. Makna simbolik sesaji tradisi nyadran pada umumnya sesajinya merupakan simbol doa-doa, ucapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan nabi Muhammad SAW serta simbol untuk menghormati para leluhur. Seperti doa untuk menolak bencana alam, ucapan rasa syukur terhadap hasil bumi, mengenang jasa para leluhur dan mengenang jasa nabi Muhammad SAW yang menyebarkan syariat Islam. Selain itu di dalam warna yang terdapat dalam sesaji juga memiliki makna tersendiri, seperti warna kuning yang bermakna kemuliaan dan warna merah bermakna kekuatan.

 

Kata Kunci: Tradisi nyadran, karakteristik visual, makna simbolik, sesaji

Leave A Reply

Translate »