Perancangan Elemen Visual Lesehan Tradisional Eyang Tunggulwulung Dengan Konsep Budaya Lokal

ABSTRAK

Sukmawan, Irvan Hendra. 2014. “Perancangan Elemen Visual Lesehan Tradisional Eyang Tunggulwulung Dengan Konsep Budaya Lokal”. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn

 

Kata kunci       : Perancangan, Elemen Visual, Tunggulwulung, Budaya Lokal.

 

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, baik kekayaan alam maupun kekayaan budayanya, saat ini kuliner juga masuk menjadi salah satu kekayaan budaya negara Indonesia, kuliner yang pada dahulu kala dianggap hanya sebagai makanan biasa saja dan dianggap tidak istimewa, kini telah menjelma menjadi salah satu budaya bangsa dan berpotensi dalam bidang pariwisata, Salah satu budaya yang ada pada negara terletak pada sebuah desa di wilayah kota Malang, Jawa Timur. Tepatnya di desa Tunggulwulung, akar budaya dari desa ini dipercaya berkaitan erat pada masa sebelum kerajaan Singhasari berdiri, yaitu di Kadipaten Tumapel yang dipimpin oleh seorang adipati bernama Tunggul Ametung, dan budaya asli masyarakat Tunggulwulung masih dilestarikan hingga kini, ada salah satu lesehan tradisional di daerah Tunggulwulung yang bernama lesehan Eyang Tunggulwulung, yang bertekad untuk mempertahankan budaya asli kelurahan Tunggulwulung pada lesehan tradisional yang ada pada wilayah ini, hal ini menjadi sangat penting bagi kelanjutan budaya daerah setempat yang harus terus dilestarikan dengan inovasi-inovasi yang bisa mengembalikan lagi wajah kebudayaan Indonesia menjadi lebih menarik dengan sentuhan desain.

Metode perancangan ini diawali dengan penulisan latar belakang, pengidentifikasian tujuan, dilanjutkan dengan pengumpulan data, serta desain yang sesuai dengan perancangan ini.

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi dan data, maka diperoleh data yang akan menjadikan lesehan Eyang Tunggulwulung sebagai subyek perancangan ini, dengan merancang elemen visual lesehan Eyang Tunggul Wulung untuk memperbarui dan melengkapi elemen visual dalam lesehan tradisional tersebut, karena sedikit sekali desainer yang menyentuh usaha rumah makan tradisional, padahal ada banyak potensi dan masalah yang bisa dipecahkan lewat desain yang sesuai dengan tekad melestarikan budaya lokal dan nasional.

Elemen visual yang dihasilkan akan menjadi sebuah pemecahan masalah dalam bidang desain dalam konteks usaha kuliner dan rumah makan berkonsep tradisional, karena masih jarang pengusaha yang mengetahui betapa pentingnya sebuah bidang desain komunikasi visual dalam mengembangkan usaha agar lebih menarik dan profesional, produk yang dihasilkan adalah : logo, Graphic standard manual (GSM), sign system, merchandise dan guide map.

 

ABSTRACT

 

Sukmawan, Irvan Hendra. 2014. “Visual Element Design Lesehan Eyang Tunggul Wulung With Local Culture Concept”. Thesis, Program Study Visual Communication Design, Departement of Art and Design, Faculty of Letters. State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn

 

Keywords: Design, Visual Elements, Tunggulwulung, Local Culture.

 

Indonesia is a very rich country, both natural resources and rich culture, this time culinary also entered into one of the cultural richness of Indonesian state, which in ancient culinary considered only as food mediocre and considered privileged, has now become one of the cultural nation and potential in the field of tourism, cultural One of the country lies in a village in the city of Malang, East Java. Precisely in the Tunggulwulung village, roots culture of this village is believed to be related closely to the period before the Singhasari Kingdom stand, namely in the Kadipaten of Tumapel led by a duke named Tunggul Ametung, and indigenous cultural communities Tunggulwulung still preserved up to now, there is one traditional Lesehan in the area named Lesehan Eyang Tunggul Wulung, who is determined to maintain the original culture Tunggulwulung village on traditional Lesehan exist in this region, it is becoming very important for the continuation of the culture of the local area should continue to be preserved with

innovations that can restore again face Indonesian culture becomes more attractive with a touch of design.

This design method begins with a writing background, identifying goals, followed by data collection, as well as the design according to this design. Based on the results of the collection of information and data, the obtained data will make Lesehan Eyang Tunggulwulung as the subject of this design, with designing visual elements Lesehan Eyang Tunggulwulung to update and complement the visual elements in the traditional cross-legged, as very few designers who touches the restaurant business Traditionally, when there are a lot of potential and problems that can be solved through the design in accordance with a determination to preserve the local and national culture. The resulting visual elements will be a problem-solving in the field of design in the context of the culinary business and traditional restaurant concept, because it is still rare entrepreneurs who know how important a field of visual communication design in developing the business to make it more attractive and professional, the products are: logo, Graphic Standard Manual (GSM), sign systems, merchandising and guide map.

 

Leave A Reply

Translate »