STUDI TENTANG SANGGAR BATIK GANDRING DALAM UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA BATIK DI SINGOSARI – KABUPATEN MALANG

Rina Wigati Handayani AAG. Rai Arimbawa Ike Ratnawati
Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No.5 Malang
ABSTRAK: Batik merupakan salah satu dari warisan nenek moyang serta kebudayaan asli Indonesia yang telah diakui keberadaannya oleh dunia. Sanggar Batik Gandring didirikan oleh Bapak Syaiyuri, yang berawal dari rasa kecintaannya terhadap budaya batik Indonesia. Sanggar Batik Gandring telah memproduksi dan menghasilkan berbagai macam batik sesuai dengan permintaan konsumen. Tujuan didirikannya sanggar adalah untuk terus melestarikan budaya batik, selain itu sebagai wadah/tempat untuk tetap melestarikan budaya dan bukan hanya orang-orang yang punya kesempatan dan uang lebih yang bisa menekuni batik, tetapi dari semua kalangan masyarakat juga bisa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Jl. Rogonoto Gg. 4 RT. 2 RW. 4 NO. 92 Losari, Singosari-Kabupaten Malang. Sumber data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, analisa yang digunakan dalam penelitian adalah analisa deskriptifkualitatif. Latar belakang berdirinya Sanggar Batik Gandring di Kabupaten Malang adalah karena rasa kecintaan Bapak Syaiyuri pada budaya batik Indonesia dan ingin memajukan dan mempertahankan di Kabupaten Malang. Pelaksanaan program Sanggar Batik Gandring untuk melestarikan budaya batik di Kabupaten Malang adalah dengan membuat produk, memberikan pelatihan-pelatihan, dan memberikan wawasan wirausaha kepada masyarakat. Hambatan pelestarian batik oleh Sanggar Batik Gandring di Kabupaten Malang, antara lain: modal, pemasaran, peran serta pemerintah dalam memberikan support, dukungan dan perhatian serta pemberian kontribusi terhadap usaha mikro yang masih kurang.
Kata Kunci: peran sanggar, kebudayaan, melestarikan budaya batik.
ABSTRACT: Batik is one of the ancestral heritage and native culture of Indonesia that has been recognized by the world. Batik Gandring Studio founded by Mr. Syaiyuri, which originated from a sense of love for the culture of Indonesian batik. Batik Gandring Studio has produced and produces a wide range of batik in accordance with consumer demand. The objective of establishing the studio is to continue to preserve the culture of batik, as well as container/place to stay to preserve the culture and not just those who have the opportunity and the extra money could go to batik, but of all the community can too. This research is a qualitative descriptive method. The research location in Jl. Rogonoto Gg. 4 RT. 2 RW. 4 NO, 92 Losari, Singosari-Malang. Source of research data obtained using the method of observation, interviews and documentation. Furthermore, the analysis used in this research is descriptive-qualitative analysis. Background founding of Batik Gandring Studio in Malang is because of a love Mr. Syaiyuri on Indonesian batik culture and want to promote and defend in Malang. Implementation program of Batik Gandring Studio to preserve the culture of batik in Malang is to create products, provide training, and provide insights into entrepreneurship to society. Barriers preservation of batik by Batik Gandring Studio in Malang, among other things, capital, marketing, and government’s role in providing support, care and support and contribution to the provision of micro-enterprises is still lacking.
Keywords: studio roles, culture, preserve the culture of batik.

Leave A Reply

Translate »